KBLI 23123: Industri Kemasan Kaca dalam Rantai Pasok Modern dan Perizinannya
Kemasan berbahan kaca memiliki peranan penting dalam dunia industri karena menggabungkan aspek keamanan produk, daya tahan kimia, dan estetika. Sektor ini tidak hanya mendukung aktivitas produksi barang konsumsi tetapi juga menjadi bagian dari sistem distribusi yang lebih luas, terutama dalam kategori pangan, minuman, kosmetik, dan farmasi. Di Indonesia, seluruh kegiatan usaha berkaitan dengan pembuatan wadah dan kemasan berbahan kaca tercakup dalam KBLI 23123.
KBLI 23123 bukan sekadar kode administrasi, melainkan penanda posisi industri dalam struktur manufaktur nasional. Penggunaannya membantu pelaku usaha dalam menyusun strategi, memenuhi regulasi, mengakses pasar tertentu, serta memahami standar mutu yang berlaku dalam ekosistem kemasan modern. Karena itu, pelaku industri yang ingin memasuki sektor ini perlu memahami konteks KBLI 23123 secara menyeluruh, baik dari sisi proses teknis maupun arah pasar.
Apa Itu KBLI 23123 dalam Konteks Industri?
KBLI 23123 merupakan klasifikasi untuk industri pembuatan kemasan dari kaca. Aktivitas dalam kategori ini berfokus pada pembuatan wadah kaca yang bertujuan melindungi, menyimpan, atau mengemas produk lain. Produk yang dihasilkan tidak bersifat konsumtif langsung, melainkan berfungsi sebagai komponen dalam rantai distribusi barang.
Ruang lingkupnya meliputi pembuatan:
- botol kaca
- jar dan toples
- vial dan ampul farmasi
- wadah kosmetik
- kontainer kecil untuk kimia cair
- kemasan premium untuk retail
Produk dalam KBLI 23123 dapat dibuat dalam konfigurasi standar maupun custom. Pada level tertentu, usaha ini juga mengakomodasi branding melalui emboss, warna, atau desain struktural yang mengikuti identitas merek yang memesan.
Kemasan Kaca dalam Sistem Supply Chain Modern
Dalam supply chain, kemasan kaca tidak hanya berperan sebagai wadah, tetapi juga sebagai elemen strategis dalam aspek:
1. Stabilitas Produk
Banyak produk cair atau berbahan sensitif memerlukan wadah yang tidak bereaksi secara kimia. Kaca memenuhi kebutuhan ini karena sifatnya inert.
2. Atribut Estetika dan Brand
Kemasan kaca meningkatkan persepsi premium dan memberi nilai tambah visual pada produk. Hal ini sangat terasa pada kosmetik dan minuman.
3. Posisi Harga
Produk berkemasan kaca sering diasosiasikan dengan segmen harga menengah ke atas, sehingga memengaruhi positioning pasar.
4. Keberlanjutan
Kaca dapat di-recycle secara kontinu tanpa degradasi berarti, mendukung narasi sustainability dan circular packaging yang tengah berkembang.
Dalam konteks global, kaca juga dikaitkan dengan perkembangan industri packaging dan fenomena peralihan dari plastik menuju solusi yang lebih ramah lingkungan.
Sektor Pengguna Akhir Kemasan Kaca
Beberapa sektor yang paling banyak menggunakan hasil industri KBLI 23123 adalah:
- industri minuman (juice, spirit, cold brew, beer)
- industri makanan (selai, madu, saus)
- industri kosmetik (serum, parfum, skincare)
- industri farmasi (ampul, vial, botol obat)
- industri kimia skala retail
- industri home fragrance (reed diffuser, aroma oil)
Khusus bidang farmasi dan kosmetik, penggunaan kemasan kaca bukan hanya preferensi estetika, tetapi bagian dari stabilitas formula dan ketahanan komposisi.
Perbedaan dengan Industri Kaca Lainnya
Beberapa produk kaca tidak termasuk dalam KBLI 23123 karena masuk kategori berbeda, seperti:
- kaca lembaran untuk bangunan
- kaca otomotif
- kaca untuk peralatan rumah tangga (gelas, piring)
- fiber glass
- kaca optik dan teknis
Perbedaan ini penting karena jenis material, tujuan penggunaan, dan proses produksinya berbeda secara signifikan.
Tahapan Produksi Kemasan Kaca
Aktivitas produksi dalam KBLI 23123 melibatkan serangkaian tahap teknis, termasuk:
1. Persiapan Komposisi Material
Formula dasar terdiri dari pasir silika, soda ash, limestone, dan aditif lain untuk pengaturan kekuatan atau warna.
2. Proses Peleburan
Material dipanaskan pada furnace hingga mencapai kondisi cair dengan temperatur tinggi dan homogenitas tertentu.
3. Proses Pembentukan
Ada beberapa teknologi forming seperti:
- blow and blow
- press and blow
- injection forming
Pemilihan proses tergantung pada geometri wadah dan tujuan penggunaan.
4. Annealing
Pendinginan bertahap untuk mengurangi tensi internal kaca sehingga memiliki ketahanan fisik yang optimal.
5. Pemeriksaan Kualitas
Proses ini melibatkan pemeriksaan dimensi, ketebalan, tekanan internal, kejernihan, dan integritas struktural.
Faktor yang Menghambat dan Mendorong Industri
Pertumbuhan industri dalam KBLI 23123 dipengaruhi oleh kombinasi faktor eksternal dan internal.
Faktor Pendorong:
- naiknya industri kosmetik dan skincare
- premiumisasi produk F&B
- pergeseran menuju kemasan berkelanjutan
- nilai tambah estetika
- meningkatnya permintaan kontainer farmasi
Faktor Penghambat:
- harga energi yang memengaruhi furnace
- investasi peralatan yang tinggi
- ketergantungan pada bahan baku tertentu
- kebutuhan SDM teknis yang berpengalaman
- biaya logistik dan risiko pecah dalam pengiriman
Meski demikian, tren global menunjukkan bahwa permintaan kemasan kaca tetap stabil dan cenderung meningkat pada segmen premium.
Kaitan KBLI 23123 dengan Perizinan dan Kepatuhan
Dalam OSS RBA, penggunaan KBLI 23123 berimplikasi pada:
- klasifikasi risiko usaha
- persyaratan standar teknis
- izin operasional
- kebutuhan sertifikasi tertentu
- penyesuaian HS Code untuk ekspor
Tanpa penetapan KBLI yang tepat, beberapa proses usaha dapat terhambat, terutama jika kegiatan produksi melibatkan aspek keamanan dan standar industri.
Bagi perusahaan yang akan melakukan ekspor kemasan kaca untuk keperluan farmasi, terdapat tambahan aspek teknis seperti sertifikasi dan uji stabilitas.
Peluang Usaha dalam KBLI 23123
Industri dalam kategori ini bisa dijalankan dalam beberapa model bisnis yang berbeda:
1. Produksi Massal
Fokus pada volume besar untuk kebutuhan FMCG.
2. Produksi Custom
Menawarkan desain unik, warna tertentu, emboss, atau ukuran spesifik.
3. Importasi dan Distribusi
Membuka peluang tanpa perlu investasi furnace dan mesin forming.
Ketiga model bisnis ini memiliki barrier to entry yang berbeda sehingga dapat disesuaikan dengan modal, demand, dan orientasi pasar.
Kesimpulan
KBLI 23123 merupakan kategori industri yang strategis karena mendukung sektor-sektor dengan nilai tambah tinggi. Kebutuhan akan kemasan kaca tidak hanya datang dari perusahaan besar, tetapi juga dari UMKM yang ingin meningkatkan nilai produk mereka. Dengan tren sustainability dan premiumisasi yang masih berlangsung, sektor ini diprediksi tetap memiliki relevansi jangka panjang.
Bagi pelaku usaha yang ingin masuk ke industri ini, memahami aspek operasional, teknis, dan perizinan menjadi langkah kunci agar bisnis dapat berjalan optimal. Bila Anda membutuhkan bantuan konsultasi KBLI, pendampingan OSS, atau penyusunan perizinan usaha, Hive Five dapat membantu. Informasi lebih lengkap tersedia di:
https://hivefive.co.id